Jumat, 17 April 2015

Museum Trowulan Mojokerto

 
Arca raja Airlangga menunggang garuda
Museum Trowulan atau Museum Majapahit merupakan museum arkeologi terbesar di Indonesia yang terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Untuk menuju ke tempat ini sangatlah mudah, bisa melalui Surabaya maupun Jombang. Jika dari terminal Bungurasih Surabaya ambil bis jurusan Jombang dan turun di perempatan Trowulan, Mojokerto. Sedangkan dari Jombang  bisa ambil jalur bis arah Surabaya dan turun di perempatan Trowulan, Mojokerto. Sampai di perempatan Trowulan masuk ke selatan sekitar 2 km., setelah melawati kolam besar pada sisi kiri jalan berarti kamu sudah sampai lokasi museum trowulan yang terdapat di kanan jalan[lihat peta di sini]
 
Pintu masuk museum
Museum Trowulan awal mulanya diprakarsai oleh Bupati Mojekrto yang bernama R.A.A. Kromodjojo Adinegara bersama seorang arsitek sekaligus arkeolog Belanda bernama Sir Ir. Henri Maclain Point mendirikan Oudheidkundige Vereeniging Majapahit (OVM) pada tanggal 24 April 1924. Yaitu perkumpulan yang bertujuan untuk meneliti peninggalan-peninggalan Majapahit. OVM menempati sebuah rumah di situs Trowulan untuk mnyimpan artefak-artefak yang diperoleh baik melalui penggalian arkeologis, survey maupun penemuan secara tidak disengaja.
 
koleksi arca di galeri utama
Seiring dengan perkembangan waktu maka OVM memiliki jumlah koleksi yang melimpah. Semakin banyak jumlah tersebut maka pada tahun 1926 OVM mendirikan museum bernama Museum Trowulan.
Arca pada halaman depan museum


Saat ini koleksi Museum Trowulan tidak hanya menyimpan peninggalan arkeologi dari masa majapahit saja, tetapi juga menampilkan berbagai temuan arkeologi dari seluruh Jawa Timur. Mulai dari era raja Airlangga, Kediri, hingga era singosari, malang.
 
Peta situs trowulan
Museum trowulan berdiri di atas lahan seluas 57.625 meter persegi. Pada bangunan utama terdapat empat ruang utama, dari pintu masuk terdapat batu relief lambang kerajaan majapahit, pada dinding-dinding museum berjejer foto dan tulisan sejarah awal berdirinya museum. Masuk ruang sebelah kanan merupakan koleksi logam, seperti alat-alat upacara, mata uang kuno, senjata, alat music, guci, dan bokor.
model rumah masa majapahit

Pada ruang tengah yang agak kecil berisi alat-alat dan fosil dari masa prasejarah. Yang paling besar adalah fosil kepala gajah purba (mungkin semacam mamooth). Terdapat juga prasasti-prasasti brtuliskan huruf cina dan arab.
prasasti dari makam siti fatimah binti maimun gresik

Melewati lorong sebelum masuk ruang yang paling besar terdapat benda-benda peninggalan Sir Ir. Henri Maclain Point berupa seperangkat meja kursi kayu dengan perpaduan ukiran jawa dan eropa.

terakota manusia
Ruang paling besar sendiri berisi berbagai koleksi yang tertata rapi berdasarkan klasifikasinya. Diantaranya adalah koleksi batu (arca, relief, prasasti, komponen candi), koleksi keramik (guci, piring, mangkuk, teko,sendok yang berasal dari cina, Thailand dan Vietnam), koleksi tanah liat (terakota manusia, alat-alat rumah tangga, alat-alat produksi).
salah satu koleksi prasasti

Puas melihat-lihat koleksi di dalam gedung, berlanjut ke belakang gedung yang berbentuk pendapa justru menyimpan koleksi Arca, relief, prasasti dan komponen candi dengan ukuran besar dan cukup banyak, saking banyaknya bahkan sebagian hanya diletakkan seadanya di pojokan.
beberapa model kaligrafi jawa kuno

Salah satu yang paling terkenal adalah arca raja Airlangga yang digambarkan sebagai dewa wishnu mengendarai garuda yang berasal dari Candi Belahan, Ampelgading Malang. Sebuah arca bersayap yang dianggap sebagai perwujudan raja Blambangan.
uji kemiripan hahaha

Tiket masuk museum trowulan hanya Rp. 1.500 untuk pelajar dan Rp. 2.500 untuk pengunjung umum. Buka dari selasa-minggu pukul 07:30-15:30, sedangkan hari senin dan hari libur nasional museum ini tutup.

Happy traveling dan jangan nyampah! 


5 komentar:

  1. I love Mojopahit........
    Bangga jadi orang moopahit'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangga jadi orang Jawa Timur...
      Bangga Jadi Orang Indonesia...
      Jaya Jaya Wijayanti!...

      Hapus
  2. Keagungan sang Pencipta.......Alloh SWT
    Untuk para siswa, baiknya kalau rekreasi ke museum saja.....
    Supaya tahu bahwa pada jaman dahulu, nenek moyang kita sudah menjadi orang yang besar..

    BalasHapus
    Balasan
    1. HARUS!....
      Rekreasi ke museum jauh lebih terjangkau dibanding biaya tempat hiburan lain. dan tentu saja pengalaman dan pelajaraan lebih besar.
      Ayo Ke Museum!...

      Hapus
  3. Mas.. kalau naik bus umum dari T.Agung utk masuk ke selatan menuju museum apa ada ojek online ya mas d mojokerto?

    BalasHapus